Ahmad Sanai: pembangunan harus mengacu pada universal desain

Ahmad Sanai menyoroti sarana prasarana dan pelayanan publik sebagian besar belum akses bagi difabel. Hal ini tentu saja menimbulkan hambatan bagi orang dengan disabilitas bahkan kelompok rentan lainnya seperti perempuan dan anak-anak. Menurut calon anggota DPRD kota Malang, nomer urut 7 Dapil 3 Kedung Kandang ini, pembangunan harus mengacu pada universal desain sebagaimana telah diamanahkan undang-undang.

“Berbicara difabel adalah different people ability atau orang dengan kemampuan yang berbeda. Dalam sudut pandang lainnya, yang berbeda kemampuan dalam hal ini bukan penyandang disabilitas saja, melainkan warga negara lainnya seperti orang laniut usia, orang sakit, perempuan hamil, dan anak-anak, ” papar Ahmad Sanai.

Desain universal yang dimaksud adalah desain sarana prasarana yang berdampak pada kemudahan dan kenyamanan semua orang, tak terkecuali penyandang disabilitas, perempuan hamil, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, papar Ahmad Sanai. Aturannya sudah jelas, ada di Permen PU nomer 30 tahun 2006 dan Permen PUPR no 14 tahun 2017. Tinggal implementasinya saja, pemerintah harus serius dan komitmen atas amanah ini. Juga masyarakat wajib pula berperan aktif, tukas kader Partai Perindo ini.

“Masyarakat berhak untuk memberi masukan pada pemerintah. Efektifnya melalui perwakilan masyarakat,” saran Ahmad Sanai. Teknisnya juga tidak sulit, seperti dilakukan Forum Malang Inklusi yang beberapa kali telah melakukan audiensi atau pertemuan resmi dengan eksekutif maupun hearing atau rapat dengar pendapat dengan DPRD. Jangan pernah sungkan atau takut untuk bertemu dengan para pejabat maupun berkunjung ke dinas-dinas karena pada prinsipnya pemerintah adalah pelayan masyarakat, urainya.

“Selain itu juga ada Musrenbang atau musyawarah rencana pembangunan yang diadakan setiap tahunnya, dimulai dari tingkat desa. Masyarakat bisa menyampaikan usulan rencana pembangunan melalui musyawarah tersebut. Khususnya di kota Malang sudah ada Musrenbang tematik perempuan, lansia dan difabel. Ini layak kita apresiasi dengan cara masyarakat terlibat aktif didalamnya,” pungkasnya. (admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat