Bagi Remaja Lebih Baik Kecanduan Buku daripada Ketagihan Gadget

Gadget, handphone, smartphone bagi remaja saat ini ini hampir-hampir tak terpisahkan dari keseharian para remaja. Hal yang telah menjadi gaya hidup sebagian remaja ini bahkan telah merambah keseharian anak-anak. Dampak dari perkembangan zaman ini selain berdampak positif pada sebagai kemajuan teknologi komunikasi namun juga berdampak negatif.

Dampak positif remaja sejak dini telah dikenalkan dengan komunikasi yang lebih cepat dan efektif daripada masa sebelumnya. Dulu ketika belum ada handphone orang-orang menggunakan surat yang untuk sampai memerlukan waktu berhari-hari, dan jika ingin layanan yang lebih cepat mereka menggunakan telegram. Berbeda dengan saat ini segala bentuk informasi dapat diakses hanya dalam hitungan per detik.

Namun dibalik manfaat atas perkembangan teknologi tersebut terdapat dampak-dampak negatif. Misalnya remaja mengakses informasi-informasi yang bersifat kekerasan, pornografi hingga penyebaran hoax. Sementara akses terhadap informasi informasi negatif tersebut kerap kali di luar jangkauan orang tua. Faktornya selain kesibukan orang tua juga handphone sebagai alat pengakses informasi bebas dibawa anak atau remaja manapun ia berada.

Selain akses terhadap informasi informasi negatif gadget juga berpengaruh kepada perilaku sosial anak remaja. Diantara penyebabnya adalah kebiasaan chatting yang kemudian menghilangkan keterampilan komunikasi secara langsung. Selain itu terdapat pula penyebab lainnya yaitu adanya permainan digital atau games.

Dalam berbagai penelitian, games menyebabkan anak fokus pada permainan di layar HP yang kemudian mengabaikan situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Games pada gadget lambat laun akan membuat penggunanya kehilangan kepekaan sosial menjadi acuh dan tidak peduli kepada masyarakat dan lingkungannya. Dalam kasus-kasus lainnya games yang memuat kekerasan an lambat laun mempengaruhi pola pikir anak sehingga turut melakukan kekerasan di luar permainan.

Ketergantungan terhadap perangkat digital ini juga berdampak kepada kesehatan jiwa. Anak menjadi ketagihan dan tidak merasa tenang apabila jauh dari gadgetnya. Bahkan perilaku ini dapat berkembang dalam bentuk antisosial dan perlawanan terhadap terhadap hal-hal yang dianggap mengganggu aktivitasnya dengan gadget. Misal melawan orang tua dan guru yang menerapkan peraturan pembatasan penggunaan HP.

Peran orangtua dan komunitas dalam  membudaya baca buku

Menengok sarana informasi lainnya yaitu buku, meski dikata sebagai teknologi lawas namun buku hingga saat ini masih merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu pengetahuan dan dunia literasi. Buku masih menjadi alat nomor satu yang digunakan untuk memajukan an kehidupan dan keilmuan manusia.

Terkait soal kecanduan gadget bagi remaja, buku mengandung solusi bagi persoalan ini. Faktornya diantaranya penggunaan buku lebih mudah dilakukan kontrol. Sebelum buku diterbitkan terlebih dahulu melalui proses perizinan di Perpustakaan Nasional meski hal ini belum pulang menjamin adanya konten yang sesuai untuk kebutuhan anak-anak remaja. Faktor lainnya keberadaan buku lebih terbuka dan bisa diakses oleh orang tua daripada hp yang saat ini memiliki kecenderungan lebih sulit mengontrol. Selain itu informasi yang disediakan buku lebih pada satu topik atau tema saja.

Adanya perpustakaan di setiap rumah merupakan solusi sederhana untuk mengatasi kecanduan anak-anak dan remaja terhadap gadget sekaligus menumbuhkan minat baca. Dalam dampak yang lebih luas lagi adanya perpustakaan di setiap rumah sebagai bentuk membangun budaya literasi bangsa.

Selain perpustakaan rumah ada pula perpustakaan model lainnya misalnya perpustakaan RT, RW atau desa. Model tersebut bisa juga dijalankan untuk menumbuhkan minat baca dalam lingkup yang lebih luas. Akan tetapi memang diperlukan manajemen dan SDM yang lebih untuk mengelolanya dibanding perpustakaan rumah tangga. Untuk perpustakaan rumah tangga bisa dikelola sendiri oleh anak-anak orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Seperti yang ada di desa Bedali Kecamatan Lawang kabupaten Malang. Tepatnya di perumahan Bedali indah sebuah rumah sederhana yang sekaligus sebagai sekretariat Lingkar Sosial terdapat sebuah taman baca yang diadakan untuk anak-anak difabel dan non difabel. Maka taman baca tersebut didominasi oleh buku-buku cerita anak majalah cerita rakyat dan dongeng. Namun terdapat pula buku-buku untuk remaja dan pengetahuan umum termasuk literasi soal disabilitas.

Taman baca tersebut dibuka setiap harinya namun rata-rata dikunjungi anak-anak Pada hari minggu atau hari libur lainnya. “Kapan saja boleh main ke sini, mau baca buku atau belajar kelompok,” ujar pengurus Taman Baca Masyarakat Lingkar Sosial, Karunia Rizki Dyah Larasati.

Taman baca ini ada sejak tahun 2016 terang Ayi sapaan akrabnya. Kendalanya adalah ketersediaan buku yang masih kurang. Ini juga terkait dengan tantangan yaitu bagaimana menumbuhkan minat baca pada anak-anak karena sekarang jamannya gadget, mereka lebih banyak menghabiskan waktu bermain main handphone daripada membaca buku.

” Anak-anak sebenarnya suka membaca buku utamanya buku-buku bergambar, namun ketika semua buku sudah habis terbaca mereka akhirnya kembali mainan HP,” ungkap Duta Literasi SMPN 1 Singosari tersebut. Jadi harapannya, ya adanya ketersediaan buku yang beragam agar anak-anak tertarik untuk membaca,” pungkasnya.

Taman Baca Masyarakat beralamat di Perumahan Bedali Indah Jalan Pisang Kipas C5 Nomor 22 RT 10 RW XI Desa Bedali Kecamatan Lawang kabupaten Malang Jawa Timur 65251. Keberadaan taman baca ini juga telah terdaftar di forum TBM Kementerian Pendidikan Kebudayaan Jawa Timur. Jika anda tertarik dengan pengembangan budaya literasi bisa mendonasikan buku-buku ke taman baca ini. (admin)

WhatsApp chat