Forum Jatim Inklusi dan Dinkes Lamongan Sepakati Zero New Infection Kusta

 

Forum Jatim Inklusi dan Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan dalam pers rilis peringatan Hari Kusta Sedunia 2019 menyatakan sepakat perangi stigma dan dukung  Zero New Infection Kusta dengan 3 S yaitu Stop Discrimination, Stop Fobia dan Stop Kusta. Mereka akan melakukan sosialisasi bersama tentang deteksi dini,  pemgobatan, perawatan dan hal lainnya terkait kusta serta pendampingan masyarakat di bidang pemberdayaan ekonomi.

“Masih terdapat orang yang mengalami kusta di Lamongan tetapi malu untuk berobat karena stigma oleh karena itu peran aktif petugas Puskesmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sangat penting,” tutur Bupati Lamongan, Fadeli (24/2) di alun-alun kabupaten Lamongan dalam sambutan acara peringatan world leprosy day tersebut. Kita semua juga harus komitmen dalam upaya pemberantasan ini untuk mencapai Zero New Infection Kusta, tandasnya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lamongan, Bambang Susilo bahwa pihaknya akan melakukan kerjasama dengan semua pihak, termasuk dalam hal ini Forum Jatim Inklusi. “Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan dan Forum Jatim Inklusi bekerjasama melakukan deteksi dini kusta, pengobatan perawatan, serta pengobatan pasca kusta,” kata Bambang Susilo.

Selain terkait masalah kesehatan kami juga melakukan pendampingan, pemberdayaan yang mengalami kusta dan yang terdampak kusta, imbuhnya. Bersama Forum Jatim Inklusi, Dinkes Lamongan sepakat melakukan gerakan sadar kusta melalui pendidikan dan penyadaran masyarakat secara berkelanjutan.

“Harapannya setiap warga masyarakat di Kabupaten Lamongan akan menjadi agen CINTA KELUARGA atau Cegah Infeksi Kusta Pada Keluarga,” ujarnya.

Menilik data Dinkes Lamongan, kusta di kabupaten tersebut sudah tereliminasi sejak tahun 2016. Mendahului target eliminasi kusta provinsi Jatim tahun 2017 dan nasional 2019. Jumlah kasus kusta terdaftar tahu 2018 sebanyak 68 penderita (prelevensi 0,58) dan jumlah penderita tahun 2019 hingga Januari sebanyak 1 penderita dengan penderitaan terdaftar sebanyak 62 orang atau prevalensi 0,52. Prevalensi rate Kabupaten Lamongan tahun 2018 urutan 16 dengan nilai rate 0,57.

Pada kesempatan yang sama, Kadiv Advokasi Kusta Forum Jatim Inklusi, Ahmad Zainudin mengatakan pihaknya mengapresiasi Pemkot dalam melibatkan masyarakat untuk upaya zero new infection kusta. “Harapannya upaya-upaya semacam ini akan terus bisa disinergikan,” ujar Ahmad Zainudin didampingi Koordinator Forum Jatim Inklusi , Fira Fitria dan Sekjen, Kertaning Tyas.

Kami dari Forum Jatim Inklusi siap berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinkes Lamongan untuk aksi-aksi nyata di masyarakat, tandas Ahmad Zainudin yang juga Ketua Lembaga Advokasi Kusta dan Disabilitas (Laksi) Lamongan ini.

Forum Jatim inklusi merupakan forum lintas organisasi disabilitas se-Jawa Timur yang sepakat membangun Jatim ramah disabilitas. Saat ini telah bergabung beberapa organisasi yaitu Lingkar Sosial Indonesia (Linksos), Organisasi Disabilitas Tuban (Orbit), Lembaga Advokasi Kusta dan Disabilitas (Laksi) Lamongan dan Adi Gunawan Institut.

Dalam peringatan hari kusta sedunia 2019 ini, Forum Jatim Inklusi juga didukung oleh Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia (GPDLI) dan Federasi Reintegrasi Hansen (Farhan) Indonesia. (admin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat