Sebuah Mimpi tentang Rumah Kerja

Hari tu Fauzah pulang kampung ke Sampang Madura setelah sekitar satu bulan ia belajar menjahit di rumah konveksi Evi di Malang. Sebelumnya teman lainnya, Citra dan Soleh belajar menjahit juga di rumah konveksi Niken selama 3 bulan. Mestinya berdasarkan standart waktu belajar menjahit untuk kelas terampil khusus penyandang disabilitas adalah 6 bulan.

“Kendalanya utamanya adalah tempat tinggal,” jelas Koodinator Kelompok Kerja Lingkar Sosial (LINKSOS), Widi Sugiarti. Kalau kebutuhan sehari- hari bisa diatasi sambil bekerja. Konsepnya adalah belajar sambil bekerja supaya dapat ilmu sekaligus penghasilan.

“Penghasilan jika memungkinkan bisa untuk menopang biasa hidup mereka selama belajar,” tutur Widi.

Seperti di konveksi Niken, pihak konveksi sebatas menfasilitasi tempat inap, ruang dan alat kerja, untuk kebutuhan hidup sehari- hari menjadi tanggung jawab masing- masing peserta. Lumayan penghasilan dari belajar sambil bekerja sedikit banyak bisa untuk kebutuhan sehari- hari selama pelatihan.

Namun idealnya, menurut Widi, organisasi harus memiliki sarana dan prasarana sendiri. Numpang alat dan tempat inap dalam jangka pendek bagus sebagai bentuk partisipasi masyarakat, namun untuk jangka panjang tidak baik, dikhawatirkan merugikan pihak lain.

Kegiatan pelatihan kerja ini penting dilakukan, utamanya bagi teman- teman dari disabilitas hansen (Kusta). Dalam penelitian kami kerja menjahit adalah salah satu pekerjaan yang minim resiko bagi penyandang disabilitas.

“Kerja menjahit tidak menguras banyak tenaga, bukan kerja fisik semata, dilakukan dalam ruangan dan tidak terpapar sinar matahari, sesuai untuk teman- teman disabilitas hansen,” papar Widi.

Disamping itu permintaan dan perkembangan pasar fashion akan terus berkembang.

Lebih lanjut, kami memerlukan rumah kerja bagi teman- teman disabilitas untuk mereka berinteraksi, belajar, berkreasi dan bekerja atau membangun diri, tanpa memikirkan biaya kos dan lain sebagainya dalam jangka waktu tertentu.

Bukan hanya dibidang jahit menjahit melainkan apapun berdasarkan ketersediaan potensi dan SDM, seperti bengkel otomotif dan seni musik. Bisa pula sebagai pos pembelajaran sekolah paket,” papar Widi.

“Untuk itu kami terbuka terhadap kemungkinan kerjasama dari pihak sponsor maupun lembaga donor,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut dan kerjasama , kontak LINKSOS di 085764639993 (Telp/SMS/WhatsApp) | e-mail: info.lingkarsosial@gmail.com | web: www.lingkarsosial.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat