Kerjasama Lintas Sektor Lingkar Sosial Indonesia Kembangkan Pokja Wirausaha Disabilitas di Malang

Lingkar Sosial Indonesia sebuah organisasi penggerak inklusi yang berkedudukan di kabupaten Malang, Jawa Timur mengembangkan kelompok-kelompok kerja berbasis sosial disabilitas inklusif di Malang. Pengembangan dilakukan dengan mengadakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penyandang disabilitas di bidang kewirausaan. Untuk itu Lingkar Sosial (LINKSOS) bekerja sama dengan lintas yaitu Pemerintah, swasta dan masyarakat.

“Namanya Pokja Wirausaha Difabel yang kami kembangkan sejak tahun 2015, sebuah kelompok kerja beranggotakan para penyandang disabilitas usia produktif di Malang. Latar belakang pengembangan Pokja ini adalah untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja secara mandiri,” tutur Direktur Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas saat memberikan materi workshop Kewirausaan Sosial (26/6) di Agrowisata Petik Madu, Lawang, kabupaten Malang.

Saat ini terdapat tiga kelompok kerja di kabupaten Malang dan tiga pokja di kota Malang, keenamnya ada di kecamatan Lawang, Singosari, Kepanjen, Sawojajar, Kedung Kandang dan Sukun. Keenam pokja ini masih dalam tahap pilot project yang terus menyesuaikan diri dari sisi kemampuan produksi maupun sistem administrasi, keuangan dan pemasaran, tutur Ken Kerta sapaan akrabnya. Ke depan pokja- pokja ini akan terus dikembangkan ke seluruh kecamatan di Malang Raya yaitu 33 kecamatan di kabupaten, 5 kecamatan di kota Malang dan tiga kecamatan di kota Batu.

“Pekerjaan ini membutuhkan kerjasama lintas sektor, untuk pengembangan pokja-pokja di setiap kecamatan kami bekerjasama dengan Kementrian Sosial Republik Indonesia, dalam hal ini melalui pendamping PPD Kemensos distrik Jawa Timur, juga Dinas Sosial dan lintas organisasi perangkat daerah atau OPD di masing- masing kota dan kabupaten,” jelas Kertaning Tyas. Untuk sektor kemasyarakatan Lingkar Sosial bekerjasama dengan until No Leprosy Remains (NLR) juga lintas  organisasi penyandang disabilitas setempat yang tergabung dalam Forum Malang Inklusi.

Dalam kesempatan yang sama, pendamping Kementrian Sosial PPD wilayah Jawa Timur, Titing Rara Wulansari, S Sos menyatakan dukungannya terhadap program kerja Lingkar Sosial. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan secara langsung terjun ke lapangan sebagai konsultan kegiatan, pemateri pelatihan serta mediator pertemuan Lingkar Sosial dengan stakeholeder terkait.

“Pengembangan kelompok kerja kewirausahaan sesuai koordinasi kami dengan Lingkar Sosial akan kami wujudkan dalam pembentukan paguyuban keluarga penyandang disabilitas di setiap kecamatan di Malang Raya, yaitu kabupaten Malang, kota Malang dan kota Batu,” jelas Titing Rara Wulansari. Sehingga terdapat beberapa fungsi disini, selain pembangunan ekonomi juga pendataan penyandang disabilitas, terapi bagi anak-anak disabilitas, parenting serta pendampingan penyandang disabilitas lanjut usia, selaras dengan program kerja Kementrian Sosial.

Untuk itu kami sebagai PPD bisa menjembatani, sebagai fasilitas dan penghubung dengan pemerintah dan swasta atau stakeolder lainnya dengan saling sharing, imbuh Titing sapaan akrabnya. Ia juga merespon tepatnya program pelatihan kewirausahaan Lingkar Sosial sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas dalam membuka wawasan tentang bagaimana bersaing di dunia bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang-orang disekitarnya dan otomatis meningkatkan penghasilan penyandang disabilitas. Sedangkan untuk permodalan disabilitas pelaku usaha bisa mengakses dana bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Dalam kesempatan terpisah, koordinator Forum Malang Inklusi (FOMI), Siswinarsih menyampaikan beberapa dukungannya untuk Lingkar Sosial Indonesia. “Utamanya terkait advokasi kebijakan kerjasama untuk  peningkatan kapasitas penyandang disabilitas dalam berorganisasi, yaitu akan dilakukan pelatihan paralegal dan advokasi,” tuturnya. Juga kerjasama dalam menginventarisir atau menggali permasalahan dan merumuskan ke dalam program kegiatan baik dalam bidang pemberdayaan, advokasi, serta pendidikan dan penyadaran masyarakat tentang disabilitas, juga segala sesuatu yang menjadi kebutuhan penyandang disabilitas.

WhatsApp chat