Malang SIAP Bootcamp Community Event, Membangun Wadah bagi Penggerak Perubahan Positif di Kota Malang

Oleh : Meutia

SIAP BOOTCAMP menggelar community gathering (4/08/2019) di Ngalup Coworking Space Jalan Sudirman, Kota Malang. Even ini merupakan pembukaan dari Serangkaian Program SIAP BOOTCAMP di Kota Malang akan diselenggarakan dari 30 Agustus – 18 Oktober 2019. Event pembuka yang menyasar berbagai kalangan ini mengangkat tema “ Membangun Wadah Penggerak Perubahan Positif di Kota Malang.“

SIAP (Social Innovation Acceleration Program) merupakan inkubator bisnis sosial, juga akselarator bisnis sosial bekerja sama dengan Social Value UK dan didukung oleh British Council melalui program DICE untuk meningkatkan berdayanya Social Entrepeneurship. Kegiatan SIAP BOOTCAMP yang akan diselenggarakan di empat kota di Indonesia, yakni Solo, Malang, Makassar, dan Jakarta.

Dalam even yang ketiga ini, SIAP  menggandeng community partner dan pembicara yaitu Ken Kertaningtyas (Founder Lingkar Sosial Indonesia), Arief Budiono (Penasehat ID Stratup Founder), dan Endhaning Noor Yanti  (Founder Pelanusa),  serta Caesario Prima yang merupakan Marketing Communication Ngalup.co.

Dalam event kali ini, para pembicara berbagi pengalaman, motivasi, serta semangat dalam menjadi sociopreneur, bagaimana melihat permasalahan sosial dan menyelesaikannya dengan pendekatan bisnis.

Arief Budiono, menjelaskan bahwasanya menggerakan sociopreneur yang tidak hanya berorientasi dengan profit tapi memberikan benefit juga impact untuk masyarakat. Mempertahankan socialpreneur agar tetap berkelanjutan.

Caesaro Prima menambahkan bahwa konektivitas da kolaborasi dalam sebuah komunitas sangat diperlukan untuk memberikan pengaruh yang signifikan, tidak terkecuali untuk sociopreneur.

“Berbicara sociopreneur sudah pasti harus adanya niat untuk berbisnis serta misi pasti dan impact sosial,” tutur Endhaning Noor Yanti. Peka terhadap permasalahan sosial yang paling dekat dengan lingkungan sekitar kita. Tidak bisa membangun sendiri, maka perlu adanya kolaborasi.

Yanti sapaan akrabnya juga menandaskan, jadikan pesaing yang ada sebagai mitra. Mengubah pola pikir sasaran agar mau mengubah nasib menjadi lebih baik. Menemukan tim kreatif yang solid dan memiliki passion yang sama, serta kerja sama merawat tim.

Perempuan asal Singosari ini mengaku terinsipirasi membangun Pelanusa yang bergerak dibidang bisnis tekstil kreatif, lantaran melihat permasalahan tingginya angka pernikahan muda, yang kemudian mendorong para perempuan memilih menjadi TKW daripada menjadi perempuan terampil.

Sementara itu, Ken Kertaningtyas, salah satu penggerak sosialpreneur berbasis pemberdayaan inklusif disabilitas juga inklusi di Kota Malang  menyampaikan bahwa kunci berkelanjutan sebuah socialpreneur adalah aktor kunci dan kepentingan. Yakni mereka yang terlibat di dalamnya ataupun yang menjadi sasaran harus mampu mengakomodir kepentingan socialpreneur itu sendiri dan melakukan peran dengan sebaik-baiknya. Serta tidak bosan untuk mengkampanyekan.

Dengan terselenggaranya event pembuka ini, diharapkan dapat meningkatkan minat berbagai kalangan untuk mengikuti Program SIAP BOOTCAMP. Juga untuk menciptakan sociopreneur berdaya yang dapat memberikan impact positif dalam mengentaskan permasalahan sosial yang ada dimasyarakat. Perubahan kecil sangat berarti asal berkelanjutan, bisa didapatkan ketika adanya kemauan.

WhatsApp chat