Menengok Aksesibilitas di Candi Singosari

Oleh: Karunia Rizki Dyah Larasati *

Candi Singosari terletak di jalan Kartanegara kecamatan Singosari kabupaten Malang. Letak candi yang strategis membuatnya ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar negeri. Memasuki pelataran Candi Singosari kita akan disambut dengan kemegahan peninggalan sejarah ini yaitu patung-patung yang berjajar. Hamparan rumput hijau yang mengelilingi candi dan tempat duduk beton di bawah rindangnya pepohonan menambah kesejukan. Terdapat juga majalah dinding (mading) yang berisi tentang keterangan candi.

Ditinjau dari kebersihannya, Candi Singosari juga sudah cukup bersih ditandai dengan tidak adanya sampah bertebaran ataupun bau sampah yang menyeruak. Terdapat satu tempat sampah kecil yang berada di belakang mading candi. Tentu saja hal ini sebenarnya tidak cukup, maka perlu ditambahkan tempat sampah di beberapa titik agar wisatawan tidak bingung saat akan membuang sampah.

Terkait fasilitas dan sarana prasarana pendukung lainnya di Candi Singosari masih perlu ditingkatkan. Utamanya bagi pengunjung dengan disabilitas sarana prasarana sangatlah penting. Suatu tempat dikatakan memiliki sarana prasarana yang baik jika memenuhi standar aksesibilitas.

Jalan masuk menuju kawasan Candi Singosari sudah cukup akses bisa dilalui pengguna kursi roda. Namun lebih baiknya jika dilengkapi dengan guiding block atau jalur pemandu tuna netra. Dan yang terpenting adalah toilet yang saat ini belum akses.

Aksesibilitas adalah kemudahan bagi semua orang untuk menggunakan sarana dan prasarana publik. Aksesibilitas meliputi dua hal yaitu aksesibilitas fisik dan nonfisik.

Aksesibilitas fisik misalnya berupa handrail (pegangan bagi penyandang disabilitas), ditempatkan pada gedung bangunan misalnya pada toilet, ruang pertemuan, jalan masuk ruangan dan fasilitas publik lainnya. Ada juga guiding block (jalur pemandu tuna netra), ramp, dan sebagainya.

Aksesibilitas non fisik bisa berupa juru bahasa isyarat, pendamping disabilitas, hingga keakraban petugas pariwisata, dan sebagainya .

Aksesibilitas memiliki unsur-unsur :

  1. Keamanan, difabel tidak merasa dirinya terancam di suatu tempat.
  2. Kenyamanan, tidak merasa terdiskriminasi atau diasingkan.
  3. Kemudahan yaitu kemudahan difabel mudah dalam mengakses pemakaian sarana dan prasarana
  4. Kemandirian yaitu penyandang disabilitas bisa melakukan mobilitas secara mandiri tanpa bantuan orang lain.

Semua unsur tersebut disebut Universal Desain atau desain yang bisa digunakan oleh semua orang.

Undang-undang yang mendukung adanya sarana dan prasarana untuk disabilitas yaitu UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta Permen PUPR nomer 14 Tahun 2017 tentang kemudahan penggunaan bangunan gedung.

Selain hak aksesibilitas terdapat juga hak rekreasi bagi penyandang disabilitas. Semua orang memiliki hak untuk berekreasi, bersenang senang, melepas lelah, serta menikmati berbagai wisata.

Semua fasilitas umum perlu direnovasi, termasuk fasilitas pendukung di tempat-tempat wisata tak terkecuali wisata Candi Singosari. Kecuali pada bagunan candinya yang tidak direnovasi karena pertimbangan faktor heritage / peninggalan bersejarah.

Harapan penulis Pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan dinas terkait memperbaiki fasilitas sarana dan prasarana di Candi Singosari agar ramah disabilitas.

*Penulis adalah pengurus Taman Baca Masyarakat Lingkar Sosial Indonesia, dan Duta Literasi SMPN 1 Singosari, Malang. (Editor: Ken)

WhatsApp chat