Pers Rilis: Komitmen Bersama Desa Bedali Inklusif Disabilitas

Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bedali mencanangkan program desa inklusif, atau desa yang dalam tata kelolanya melibatkan peran aktif masyarakat dalam perspektif keragaman sosial termasuk didalamnya penyandang disabilitas. Peluncuran program ini dilaksanakan pada hari Selasa, 12 November 2019 di balai Desa Bedali, Kec. Lawang, Kab. Malang, dalam acara yang bertajuk Sarasehan Pembangunan Inklusif Disabilitas: Komitmen Bersama Desa Bedali Inklusi Disabilitas.

Sarasehan bertujuan menggalang komitmen semua pihak untuk mewujudkan Desa Bedali Inklusif Disabilitas serta mengembangkan Desa Bedali sebagai pusat pengembangan desa wisata pendidikan inklusi di Kabupaten Malang. Serta deklarasi 5 Komitmen bersama Desa Bedali Inklusif Disabilitas yang pada prinsipnya mengacu kesetaraan akses layanan umum, pendataan penyandang disabilitas, jaminan keterlibatan dalam proses pembangunan, wadah interaksi dan apresiasi serta pemberdayaan dan pembinaan kader-kader desa berwawasan inklusif.

Program kerjasama ini selain berangkat dari potensi sumber daya setempat juga semangat UU Desa Nomer 6 Tahun 2014 serta UU Disabilitas Nomer 8 tahun 2016 yang secara umum mengamanahkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk warga penyandang disabilitas dalam proses pembangunan. Indikator keterlibatan ini bisa ditinjau dari peran aktif masyarakat dalam musyawarah-musyawarah desa, hingga keterlibatan dalam pelaksanaan dan evaluasi. Termasuk pemanfaatan anggaran desa sesuai Permendes Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Harapannya, dengan adanya kerjasama antara Lingkar Sosial Indonesia dan Pemerintah Desa Bedali akan menginisiasi pemerintah desa lainnya di Kecamatan Lawang, mengingat Lawang dengan segala potensinya jika dikembangkan mampu membuat kecamatan yang terletak di Kabupaten Malang bagian paling utara ini menjadi barometer desa inklusi. Terlebih khususnya pemerintah Desa Bedali dalam catatan Lingkar Sosial efektif melakukan kerjasama yang baik untuk pelayanan administrasi masyarakat penyandang disabilitas. Kerjasama terkini, saat ini melalui Tim Penggerak PKK Desa Bedali mengadakan pendataan warga penyandang disabilitas.

Potensi Desa Bedali sebagai Desa Wisata Pendidikan Inklusi

Secara institusi, di dalam desa Bedali terdapat beberapa lembaga yang fokus terhadap pelayanan disabilitas, yaitu adanya SLB Pembina, SDN V Inklusi Bedali dan organisasi kemasyarakatan Lingkar Sosial Indonesia. Terdapat pula warga masyarakat dari organisasi kaum tuli Gerkatin, penghobi sepeda motor Disabled Motorcycle Indonesia (DMI) dan paguyuban orangtua ABK. Termasuk yang ada di luar desa Bedali yaitu RSJ Radjiman Wediodiningrat, dan sektor privat Agrowisata Petik Madu Lawang.

Institusi-institusi yang berada dalam desa Bedali maupun wilayah Kecamatan Lawang, memiliki potensi sebagai wadah pengetahuan dan basis sosialisasi serta pembelajaran pendidikan inklusif yang saat ini menjadi salah satu isu utama setelah disahkannya UU RI Nomer 8 tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Dikolaborasi dengan potensi kecamatan Lawang yang mewarkan pesona heritage dan beberapa sumber air dan obyek alaam lainnya, desa Bedali berpeluang menjadi pusat pengembangan desa wisata pendidikan inklusi di Kabupaten Malang.

Juga karakter masyarakat Lawang yang pada dasarnya terbuka pada segala bentuk keragaman sosial dan budaya, termasuk respon terhadap warga masyarakat penyandang disabilitas. Beberapa kerjasama Lingkar Sosial dengan komunitas lokal dan elemen setempat sebagai indikatornya, diantaranya kegiatan teater bersama Teater Pintu, dukungan Lawang Rescue dalam proses pendirian Forum Malang Inklusi, dukungan Agrowisata Petik Madu dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan difabel, pelatihan bahasa isyarat bersama Gerkatin Malang dan Lawang Street Punk, kerjasama kampanye lingkungan hidup dengan Relawan Sungai dan Lingkungan Indonesia (RSLI), serta yang teranyar dengan Lawang Heritage yang mendukung kelompok difabel mempromosikan produk-produknya dalam even Lawang Heritage Fiesta.

Mengenal Lingkar Sosial Indonesia dan Program Desa Inklusi

Lingkar Sosial Indonesia atau LINKSOS adalah organisasi yang fokus pada isu inklusi disabilitas. Berdiri pada tahun 2014 di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dengan lingkup kerja di seluruh Indonesia, bertujuan untuk membantu masyarakat marginal dan yang mengalami disfungsi sosial. Visi Lingkar Sosial Indonesia adalah menjadi pusat studi, advokasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Yang tersebut akan dicapai melalui misi-misi sosial diantaranya membangun pokja-pokja wirausaha difabel di tingkat kecamatan serta kegiatan-kegiatan utama meliputi advokasi kebijakan, advokasi ekonomi dan penyadaran masyarakat tentang disabilitas.

Advokasi kebijakan, Lingkar Sosial Indonesia melakukan pendekatan kebijakan dengan pemerintah melalui audiensi-audiensi dan diskusi- diskusi publik. Advokasi selain bertujuan untuk mendorong pemerintah mengimplementasikan kebijakan yang telah ada, juga mempengaruhi adanya kebijakan baru berperspektif disabilitas daan hak asasi manusia. Di tingkat lokal Malang, Lingkar Sosial Indonesia bekerjasama dengan Forum Malang Inklusi, sedangkan di level nasional LINKSOS berjejaring dengan lintas organisasi diantaranya Koalisi Nasional Organisasi Penyandang Disabilitas, Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa, serta Konsorsium Pelita yang fokus pada isu stigma kusta dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Yang lebih mendasar, Lingkar Sosial Indonesia melalukan advokasi kebijakan di tingkat desa, struktur pemerintahan yang paling bawah, melalui program Desa Inklusi. Program ini mendukung pemerintah desa dalam memenuhi amanah UU Desa nomer 6 Tahun 2014, utamanya berkaitan dengan peran aktif penyandang disabiitas dalam proses pembangunan.

Kegiatan lainnya, Lingkar Sosial Indonesia melakukan advokasi ekonomi dengan membangun kelompok-kelompok kerja (pokja) wirausaha difabel di tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan sejak tahun 2015 untuk mengakomodasi penyandang disabilitas agar memiliki pekerjaan yang layak sesuai minat dan latar belakang pendidikan maupun keahlian, melalui prinsip kerja sharing job, sharing jaringan dan sharing modal.

Termasuk kerjasama dengan UKM seperti telah dilakukan dengan Gesyal, UKM dengan produk zero waste galung gamelan, gelang dan syal.  Kerjasama yang telah berjalan sejak September 2019 yang telah menyerap sekira 5 tenaga kerja difabel ini juga melalukan branding produk bersama yaitu Gesyal coorperated with Lingkar Sosial.

Progress pokja selain di bidang ekonomi juga berdampak advokasi kebijakan, sejak mei 2019 Lingkar Sosial Indonesia didukung NLR Indonesia melakukan pengembangan pokja wirausaha melalui pelatihan-pelatihan dan workshop peningkatan kapasitas, yaitu kewirausahaan sosial, advokasi, serta disability inclusive development. Kerjasama ini, selain memuat pendidikan dan penyadaran juga berdampak pada percepatan pertumbuhan desa-desa inklusi di wilayah kerja pokja wirausaha difabel.

Informasi lebih lanjut tentang Komitmen Bersama Desa Inklusif Disabilitas, hubungi:

  1. Kertaning Tyas (Ketua Lingkar Sosial Indonesia) T: 0857 6463 9993
  2. Slamet Joko Santoso (Sekretaris Desa Bedali) T: 0852 5975 1415

 

WhatsApp chat