Setiap Orang Berpotensi Menjadi Penyandang Disabilitas

Ken Kerta, pendiri Lingkar Sosial Indonesia dalam Talk show di UB TV memaparkan bahwa setiap orang berpotensi menjadi penyandang disabilitas.  Oleh karena itu semua fasilitas umum wajib bisa diakses oleh semua orang.

Talk show ini sekaligus sebagai promosi acara peringatan hari disabilitas internasional yang kemudian diselenggarakan pada bulan Desember 2018.

Aksesibilitas berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas adalah kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses sarana dan prasarana publik. Detil dari implementasi undang-undang disabilitas disebut telah diatur dalam Permen PUPR nomor 14 tahun 2017 tentang kemudahan aksesibilitas gedung bangunan.

Apa itu Penyandang Disabilitas?

Pasal 1 Undang-undang nomor 8 tahun 2016 menyebutkan bahwa:

Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Dalam undang-undang disabilitas tersebut juga termuat tentang 4 ragam disabilitas yaitu: disabilitas fisik, disabilitas sensorik, disabilitas mental dan disabilitas intelektual. Serta gabungan dari beberapa ragam disabilitas yang kemudian disebut sebagai disabilitas ganda.

Pasal 4 Ragam Penyandang Disabilitas meliputi:
  1. Penyandang Disabilitas fisik;
  2. Penyandang Disabilitas intelektual;
  3. Penyandang Disabilitas mental; dan/atau
  4. Penyandang Disabilitas sensorik.

Ragam Penyandang Disabilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dialami secara tunggal,
ganda, atau multi dalam jangka waktu lama yang ditetapkan oleh tenaga medis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penjelasan dari ragam disabilitas

Dalam undang-undang disabilitas bagian penjelasan diterangkan di rincian dari ragam tersebut.

Penyandang Disabilitas fisik adalah terganggunya fungsi gerak, antara lain amputasi, lumpuh layuh atau kaku, paraplegi, celebral palsy (CP), akibat stroke, akibat kusta, dan orang kecil.
Penyandang Disabilitas  intelektual adalah terganggunya fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, antara lain lambat belajar, disabilitas grahita dan down syndrom.
Penyandang Disabilitas mental adalah terganggunya fungsi pikir, emosi, dan perilaku, antara lain:
  1. psikososial di antaranya skizofrenia, bipolar, depresi, anxietas, dan gangguan kepribadian; dan
  2. disabilitas perkembanganyang berpengaruh pada kemampuan interaksi sosial di antaranya autis dan hiperaktif.
Penyandang Disabilitas sensorik adalah terganggunya salah satu fungsi dari panca indera, antara lain disabilitas netra, disabilitas rungu, dan/atau disabilitas wicara.
Penyandang Disabilitas ganda atau multi adalah Penyandang Disabilitas yang mempunyai dua atau lebih ragam disabilitas, antara lain disabilitas rungu- wicara dan disabilitas netra-tuli.

Yang dimaksud dengan “dalam jangka waktu lama” adalah jangka waktu paling singkat 6 (enam) bulan dan/atau bersifat permanen. (admin)

WhatsApp chat