Lingkar Sosial Rumah Even bagi Difabel

Pelatihan bahasa isyarat bersama anak punk, pelatihan android bagi tuna netra, wisata edukasi adalah diantara jejak-jejak even lintas organisasi bersama Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) yang pula melibatkan masyarakat dari berbagai ragam disabilitas.

Lingkar Sosial adalah rumah even bagi komunitas yang ingin bekerjasama.

Linksos mengemban misi organisasi yaitu membangun jaringan aktor-aktor sosial dalam satu lingkaran kegiatan advokasi untuk membantu masyarakat marginal dan yang mengalami disfungsi sosial. Misi ini termuat jelas dalam filosofi nama dan lambang organisasi Lingkar Sosial. Artinya sejak lahirnya organisasi ini bernafaskan inklusi.

Menilik susunan pengurusnya pun, seluruh bagiannya diisi oleh penyandang disabilitas dan keluarga dari penyandang disabilitas, mulai dari Pembina, pengawas hingga pengurus harian. Mereka dengan berbagai ragam disabilitas, ada tuli, netra, daksa, kusta dan keluarga orang dengan disabilitas mental.

Prinsipnya sederhana: nothing about diffable without diffable (tidak ada hal mengenai difabel tanpa melibatkan difabel itu sendiri).

Tantangan Lingkar Sosial dalam hal ini adalah kesadaran masyarakat tentang disabilitas utamanya masyarakat penyandang disabilitas itu sendiri. Sebagian dari mereka menganggap organisasi penggerak inklusi ini banyak even dalam rangka pamer, mencari eksistensi dan menjual isu-isu disabilitas.

Lingkar Sosial Indonesia adalah organisasi penggerak inklusi. Berdiri pada tahun 2014 di Malang sebagai sebuah perkumpulan yang fokus pada upaya pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kelompok kerja. Organisasi ini juga komitmen menggalang gerakan inklusi di Malang Raya. Tahun 2016 bersama lintas komunitas, Lingkar Sosial mendirikan Forum Malang Inklusi. Pada tahun 2017 organisasi ini kemudian berbadan hukum Yayasan.

Program Kegiatan Lingkar Sosial, meliputi tiga pokok yaitu Studi, Advokasi dan Pemberdayaan.
  1. Studi/pendidikan, Lingkar Sosial membuka akses pengetahuan bagi penyandang disabilitas melalui Taman Baca Masyarakat, riset bersama mahasiswa/ perguruan tinggi, kampanye disabilitas/pendidikan dan penyadaran masyarakat, pelatihan, penerbitan buku, even entertainment, dan lainnya.
  2. Advokasi regulasi , memperjuangkan pemenuhan dan penghormatan hak penyandang disabilitas melalui Forum Malang Inklusi.
  3. Pemberdayaan ekonomi melalui kelompok kerja difabel. Merintis kegiatan ekonominya tahun 2016, kelompok ini terus berkembang.

Tak ada sekat-sekat diskriminatif komunitas dan ragam disabilitas dalam kegiatan bersama Lingkar Sosial. Sebagai rumah even dan kerjasama bagi kelompok difabel, Linksos akan terus menyebarkan semangat inklusinya melalui berbagai kegiatan. (Ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat