Mengenal Lingkar Sosial dan Kegiatannya

LATAR BELAKANG ORGANISASI

 

Tujuan, Visi dan Misi

 

Lingkar Sosial Indonesia atau disingkat LINKSOS berdiri pada tahun 2014, berkedudukan di kabupaten Malang untuk wilayah kerja di seluruh Indonesia. Organisasi ini bertujuan membantu masyarakat marginal dan yang mengalami disfungsi sosial, termasuk penyandang disabilitas.

Visi Lingkar Sosial Indonesia adalah terciptanya masyarakat inklusif yang mengakui dan menghormati perbedaan sebagai keragaman sosial, budaya dan identitas bangsa. Termasuk dalam hal ini keberadaan penyandang disabilitas sebagai salah satu identitas warga negara Indonesia.

Misi Lingkar Sosial Indonesia terkait penyandang disabilitas adalah pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggungjawab.

 

APA YANG KAMI LAKUKAN?

Kegiatan

Lingkar Sosial Indonesia memiliki 3 (tiga) kegiatan utama yaitu:

  1. Advokasi Kebijakan, Linksos mendorong pemerintah untuk mengimplementasi regulasi dan menciptakan kebijakan baru yang menjamin pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak-hak penyandang disabilitas.
  2. Pendidikan dan Penyadaran Masyarakat, Linksos melakukan sosialisasi hak-hak penyandang disabilitas ke segenap lapisan masyarakat, melibatkan pemerintah dan stakeholder guna membangun paradigma baru kesetaraan penyandang disabilitas berbasis hak asasi manusia.
  3. Advokasi Ekonomi, Linksos mengembangkan kelompok-kelompok wirausaha untuk mengembangkan budaya kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat penyandang disabilitas dan keluarganya.

 

 

Keberhasilan 2 tahun terakhir

Lingkar Sosial Indonesia berdiri tahun 2014 dan memulai kegiatan social enterprise pada tahun 2016.

Kelompok ini berkembang cukup baik ditandai dengan kepemilikan aset 6 buah mesin jahit dan sebuah outlet atau galeri pada tahun 2016 yang digunakan untuk menjual hasil kerajinan tangan anggotanya.

Peralatan mesin jahit dan outlet tersebut merupakan donasi masyarakat pada tahun 2016 yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik di Malang terhadap organisasi penggerak inklusi ini.

Pada tahun 2016 pula Lingkar Sosial Indonesia menginisiasi berdirinya Forum Malang Inklusi (FOMI) sebuah forum lintas organisasi yang sepakat mendorong terciptanya Malang Raya ramah disabilitas. Proggresnya, pada awal 2019 ini Forum berhasil mendorong terlaksananya musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tematik disabilitas, yang baru pertama kalinya diadakan di Kota Malang.

Sementara di kabupaten Malang forum ini juga mendorong kebijakan Pemkab melalui Dinas Ketenagakerjaan berkoordinasi dengan beberapa perusahaan swasta untuk memulai membuka akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

Terkini masih diawal tahun 2019 Lingkar Sosial Indonesia kembali menginisiasi lahirnya Forum Lintas Organisasi kali ini untuk regional Jawa Timur yaitu Forum Jatim Inklusi (FOJI).

Kegiatan pertama yang dilakukan Forum Jatim Inklusi adalah menggelar aksi simpatik bersama Dinas Kesehatan dalam peringatan World Leprosy Day 2019 di Lamongan.

Lingkar Sosial Indonesia juga bergabung dalam Global Partnership of Zero Leprosy sebuah kelompok kerjasama internasional yang sepakat untuk mengakhiri kusta atau hansen.

Dukungan publik terhadap kelompok ini juga ditandainya dengan terjalinnya hubungan kemitraan Lingkar Sosial Indonesia dengan organisasi internasional until No Leprosy Remains (NLR) untuk proyek Pengembangan Pokja Wirausaha Difabel.

Masih terkait dengan penguatan ekonomi masyarakat penyandang disabilitas, guna mendorong program Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Lingkar Sosial Indonesia memulai bekerja sama dengan PPD Kementrian Sosial RI wilayah Jawa Timur untuk memberikan pelatihan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan Pelaporan Keuangan bagi komunitas.

 

LINGKAR SOSIAL MEMBANGUN JARINGAN INKLUSI DISABILITAS

 

Berjejaring dan berkolaborasi dengan banyak pihak merupakan pilihan terbaik saat ini untuk mewujudkan pembangunan inklusif disabilitas. Untuk itu Lingkar Sosial Indonesia menginisiasi lahirnya jaringan-jaringan inklusi, yaitu:

  1. Pokja Wirausaha Difabel, berdiri pada tahun 2016 untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja penyandang disabilitas usia produktif.
  2. Forum Malang Inklusi, berdiri pada tahun 2016 untuk menyatukan gerakan disabilitas di Malang Raya (kabupaten Malang, kota Malang dan kota Batu). Melalui gerakan Satu Misi Menuju Malang Raya Ramah Difabel, Forum Malang Inkulsi dideklarasikan di kecamatan Lawang, kabupaten Malang oleh 10 organisasi lintas penyandang disabilitas, sosial dan kemanusiaan.
  3. Pokja Kreativitas ABK, berdiri tahun 2019 untuk menjawab kebutuhan kemandirian anak-anak disabilitas. Pendirian Pokja ini diinisiasi oleh anggota Lingkar Sosial, Sumatin, orangtua anak dengan downsyndrom. Pokja Kreativitas ABK berpusat di kota Malang.
  4. Forum Jatim Inklusi, berdiri pada tahun 2019 untuk mengembangkan gerakan disabilitas inkluisf dalam regional Jawa Timur.
  5. Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa, berdiri tahun 2019 sebagai respon cepat melawan kampanye partai politik yang dinilai mengekspolitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sebagai obyek. Lahirnya aliansi ini juga didasari atas keresahan para penggiat kesehatan jiwa atas berbagai perudungan yang menimpa ODGJ.
  6. Asosiasi Pengusaha Difabel Indonesia, berdiri tahun 2019 sebagai bentuk peningkatan jaringan Pokja Wirausaha Difabel yang sebelumnya telah ada sejak 2016. Asosiasi ini dideklarasikan di kecamatan Gondanglegi kabupaten malang dalam pertemuan pengusaha difabel dan OYPMK.

 

KETERLIBATAN LINGKAR SOSIAL INDONESIA DALAM GERAKAN DISABILITAS NASIONAL DAN INTERNASIONAL

 

  1. Oktober 2018: menjadi Pemateri Media dan Difabel dalam Temu Inklusi Nasional di Gunung Kidul Jogjakarta
  2. November 2018: menjadi pemateri Sosialisasi CRPD Pasal 21 pada beberapa pertemuan yang diadakan oleh GPDLI dan Federasi Reintegrasi Hansen Indonesia di kota Palembang dan Cirebon
  3. Februari 2019: menjadi tim perumus Musrenbang tematik Disabilitas di Kota Malang
  4. Februari 2019: bergabung dalam jaringan internasional untuk nol kusta, Global Patnership for Zero Leprosy
  5. Maret 2019: menjadi tim perumus dalam Lokakarya Penyusunan Indikator dan Rencana Aksi Nasional HAM bagi Penyandang Disabilitas Tahun 2020-2024 di Yogjakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Australia Indonesia Patnership for Justice (AIPJ2)
  6. April 2019: menjadi pemateri pelatihan Advokasi dalam kegiatan PPRBM Bhakti Luhur bagi paguyuban-paguyuban orang tua ABK di kabupaten Malang.
  7. April 2019: bergabung dalam Gugus Tugas Pengurangan Stigma Kusta NLR (until No Leprosy Remains) Indonesia di Bogor.
  8. Mei 2019: Bergabung dalam Semiloka pembentukan jaringan pengawalan Indonesia Inklusif 2030. bersama jaringan nasional DPO, Sigab,  AIPJ2 dan Asia Foundation, BAPPENAS dan Kantor Staf Kepresidenan di Yogyakarta.
  9. Mei 2019: FGD Organisasi Penyandang Disabilitas bersama Clinton Health Acces Initiative (CHAI),  Kementrian Sosial RI, Bappenas dan lintas jaringan nasional DPO, membahas Permasalahan Data Disabilitas, Tantangan,  Potensi dan Solusi,  dalam Pemenuhan Teknologi dan Alat Bantu disabilitas  menuju Indonesia Inklusi 2030 di Jakarta.

 

MITRA KAMI

 

Sejak Mei 2019 Lingkar Sosial Indonesia bermitra dengan NLR (until No Leprosy Remains) untuk proyek Membangun Pokja Wirausaha Disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat