Pokja Kreativitas ABK Inklusi, Membangun Individu yang Mandiri

Minggu yang cerah. Sekelompok anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) nampak sedang belajar membuat gelang dari bahan manik-manik. Anak-anak istimewa ini tergabung dalam pokja kreativitas ABK Inklusi yang beralamat di Perum Graha Jl. Mayjen Sungkono Blok A2 No1 kota Malang.

“Senang belajar keterampilan di sini, kalau di rumah saja hari Minggu Nggak ada kegiatan,” tutur Shifa ceria. Anak dengan disabilitas fisik ini nampak sudah terampil membuat gelang manik-manik.

Tidak sulit kok tinggal merangkai, ungkapnya bersama beberapa teman yaitu Wulan, Aldi, Rizal, Iim dan Shifak. Sebagian dari mereka nampak didampingi oleh orang tuanya.

“Dimulai dari keterampilan yang mudah-mudah saja yang penting anak-anak ada kegiatan rutin yang positif selain untuk membiasakan sosialisasi juga mengembangkan semangat wirausaha,” tutur Bella Intan Syaputri, pelatih handycraft.

Dengan penuh semangat, Bella gadis difabel asal Belimbing kota Malang ini menyempatkan waktunya untuk mengajar anak-anak di sela-sela kesibukannya sebagai apoteker.

“Kegiatan ini sangat penting untuk terus dikembangkan agar anak-anak ABK sejak dini memiliki semangat wirausaha dan keahlian sebagai bekal hidupnya nanti,” tutur manajer pokja kreativitas ABK, Sumartin.

Kami sebagai orang tua ABK wajib memikirkannya sejak dini. Ya, saat ini mereka aman dan berkecukupan namun ada saatnya nanti mereka akan berpisah dengan orang tuanya, terang Sumartin, perempuan yang saban harinya menjalankan bisnis online.

“Selain mereka berlatih keterampilan, juga berkesempatan untuk belajar menjualnya dimulai dari tempat mereka bersekolah, ya lumayan juga lakunya,” ujarnya senang.

Harapannya pelatihan ini akan terus berkembang untuk semua anak-anak dari berbagai ragam disabilitas. Kami juga berharap outcome dari kegiatan ini adalah anak-anak tumbuh menjadi individu yang mandiri sepenuhnya, tandas Sumartin penuh semangat.

“Kami sangat support kegiatan ini, sebab yang luar biasa adalah aktivitas ini lahir dari gagasan orang tua ABK,” ungkap Koordinator Pokja Wirausaha Difabel Lingkar Sosial Indonesia, Widi Sugiarti. Ke depan kami ingin ada kerjasama lebih lanjut dengan pemerintah, swasta dan semua pihak.

Membangun masyarakat inklusif adalah tanggung jawab kita semua, kata Widi. Baik pemerintah sebagai pemangku kebijakan, perusahaan dengan corporate social responsibility serta inisiatif dari masyarakat dalam hal ini khususnya oleh komunitas disabilitas atau kelompok-kelompok yang menaruh perhatian kepada anak berkebutuhan khusus, pungkasnya.

Informasi lebih lanjut kontak Sumartin di 0812-5981-5691

Lokasi pelatihan:

OUTLET LINKSOS. (Wulan Shop) Perum Graha Jl. Mayjen Sungkono Blok A2 No1 kota Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat